← Blog

Cara menerima gaji dari perusahaan luar negeri saat kerja remote dari Indonesia

Kontraktor atau karyawan lewat Employer of Record? Transfer bank, Wise, atau Payoneer? Ini gambaran umum cara dibayar dan hal yang perlu kamu siapkan, termasuk soal pajak.

Diterima kerja remote di perusahaan luar negeri adalah awal yang bagus. Pertanyaan berikutnya biasanya: bagaimana gajinya sampai ke rekening saya, dan bagaimana dengan pajaknya?

Artikel ini memberi gambaran umum. Aturan dan biaya tiap layanan bisa berubah, jadi selalu cek situs resmi masing-masing dan konsultasikan urusan pajak dengan konsultan pajak.

Dua bentuk hubungan kerja yang paling umum

1. Kontraktor (independent contractor)

Kamu bekerja sebagai pekerja lepas yang dikontrak perusahaan. Kamu mengirim invoice setiap bulan, lalu perusahaan membayar sesuai invoice. Bentuk ini paling umum untuk perusahaan yang tidak punya badan hukum di Indonesia.

Hal yang perlu kamu siapkan: kontrak tertulis, template invoice dalam bahasa Inggris, dan cara menerima uang dalam mata uang asing.

2. Karyawan lewat Employer of Record (EOR)

Perusahaan memakai layanan pihak ketiga (contohnya Deel, Remote.com, Oyster, atau Multiplier) yang secara hukum menjadi pemberi kerjamu di Indonesia. Kamu mendapat slip gaji, dan urusan potongan pajak serta jaminan sosial biasanya diurus oleh EOR tersebut.

Bentuk ini lebih "rapi" secara administrasi, tapi tidak semua perusahaan mau menanggung biaya EOR.

Pilihan cara menerima uang

  • Transfer bank internasional (SWIFT) langsung ke rekening bank di Indonesia. Sederhana, tapi biasanya ada biaya dari bank pengirim, bank perantara, dan bank penerima, ditambah selisih kurs.
  • Layanan transfer seperti Wise. Sering lebih murah dan kursnya transparan. Cek ketersediaan fitur penerimaan untuk penduduk Indonesia di situs resminya.
  • Payoneer. Banyak dipakai pekerja lepas dan marketplace luar negeri. Dana bisa ditarik ke rekening bank lokal.
  • Platform kontraktor (Deel, Remote, dsb.). Jika perusahaan membayar lewat platform ini, kamu biasanya bisa memilih tujuan penarikan dana.

Tips: bandingkan total uang yang benar-benar masuk ke rekeningmu dari beberapa cara, bukan hanya biaya transfernya. Selisih kurs sering lebih besar dari biaya yang tertulis.

Soal pajak: jangan diabaikan

Secara umum, penduduk Indonesia (Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri) dikenai pajak atas penghasilan dari mana pun, termasuk dari perusahaan luar negeri. Beberapa hal yang biasanya perlu kamu perhatikan:

  • Punya NPWP (sekarang terintegrasi dengan NIK).
  • Melaporkan penghasilan di SPT Tahunan.
  • Jika berstatus pekerja bebas, ada ketentuan pembukuan atau pencatatan, termasuk kemungkinan memakai norma penghitungan penghasilan neto dengan syarat tertentu.
  • Simpan semua kontrak, invoice, dan bukti transfer.

Karena aturan detailnya bisa berbeda untuk tiap kondisi, sebaiknya konsultasikan dengan konsultan pajak terdaftar, terutama di tahun pertama.

Ringkasan

  1. Pastikan bentuk hubunganmu: kontraktor atau karyawan lewat EOR.
  2. Pilih cara menerima uang berdasarkan total dana yang masuk, bukan hanya biaya.
  3. Urus pajak sejak awal supaya tidak menumpuk di akhir tahun.

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat hukum, keuangan, atau pajak.